Thu. Jul 29th, 2021

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

DEMAK – Menyebut Demak, yang teringat pasti Masjid Agungnya yang tertua di Indonesia. Namun, selain potensi wisata religi tersebut, Demak juga memiliki kerajinan batik unggulan bernama Demakan.

Motif batik Demakan tidak kalah apik dengan motif batik dari daerah lain, seperti motif belimbing, soko tatal Masjid Agung, dan pintu beledek.

Pemilik Galeri Batik Demakan Tyo Collection Sri Lestari (sixty one) menyampaikan, awal mula membuat batik ini tidak ada niatan untuk mengembangkan bisnis. Namun, sebatas keinginan memperkenalkan seni dan budaya Demak melalui corak kain batik.

“Jadi niatan awal sebenarnya untuk memperkenalkan seni dan budaya Demak saja, bukan untuk bisnis. Usaha yang sudah saya geluti sejak tahun 2010 ini pernah jadi juara II lomba batik tingkat kabupaten. Sampai saat ini, Batik Demak semakin dikenal masyarakat dan banyak peminatnya,” jelas Sri saat ditemui di galerinya, Jumat (18/9/2020).

Sri mengatakan, kain batik produksinya dijual dengan harga berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp500 ribu per lembar. Selain menjual kain batik, dia juga menjual produk batik Demakan yang sudah jadi, seperti baju, masker, maupun tas.

“Pelanggan batik Demakan koleksi saya bukan hanya dari Demak, tapi juga dari luar kota, seperti Solo, Yogyakarta, Jakarta, Kalimantan dan Sulawesi. Mereka awalnya hanya dibawakan sebagai oleh-oleh dari Demak. Namun karena suka dengan produk ini, mereka pun jadi langganan tetap saya. Untuk pelanggan dari luar kota, penjualan dilakukan secara online melalui media sosial,” jelas Sri.

Ditambahkan, di tengah persaingan toko batik yang semakin menjamur, pihaknya tetap mempertahankan kualitas batik, serta mengeluarkan corak atau motif batik terbaru. Namun dengan tidak meninggalkan ciri khas dari batik Demak itu sendiri.

“Tapi, ada beberapa kendala terkait pembuatan batik. Salah satunya bahan utama yang tidak tersedia di Kota Demak. Terlebih saat pandemi seperti sekarang, bahan baku utama harganya sedikit mahal. Saya berharap, semoga pandemi cepat selesai agar penjualan bisa kembali normal, terutama pada bahan baku utama,” pungkasnya.

Penulis: Kominfo Demak
Editor: Di, Diskominfo Jateng