Aplikasi Inventory Barang Menguntungkan 5 Pihak Ini:

Inventory barang adalah sistem pengelolaan barang dalam jumlah besar. Kini inventory barang tidak hanya dapat dilakukan secara manual, tetapi bisa juga menggunakan aplikasi inventory barang supaya lebih mudah dan cepat. Dengan memproses inventory barang, suatu instansi sehingga perusahaan dapat lebih mudah mengetahui persediaan barang di gudang. Lalu, siapa saja yang wajib melakukan inventory barang?

Inventory barang pada umumnya dilakukan oleh pihak yang sering menyetok barang dalam jumlah besar. Bayangkan saja, jika stok barang tersebut tidak dikelola dan dibiarkan menumpuk di gudang. Pasti akan ada sejumlah barang yang sulit ditemukan. Tak hanya itu, gudang juga akan terlihat tidak karuan karena penyimpanan barang tak diatur. Setidaknya ada 5 pihak yang perlu menggunakan aplikasi untuk inventory barang, yaitu:

1. Industri

Industri sudah pasti membutuhkan aplikasi semacam ini karena selalu menyetok barang untuk keperluan produksi. Barang yang disimpan tidak beraturan untuk jangka panjang bisa mengacaukan alur produksi karena staf gudang kesulitan menemukan barang atau bahan baku. Dengan demikian, aplikasi inventory barang penting untuk industri, terutama industri yang menggunakan bahan baku tidak awet. Dari data inventory barang yang bisa diketahui bahan baku apa saja yang sudah disimpan lama dan harus segera digunakan.

2. Perkantoran

Jika barang yang distok industri adalah bahan baku, pada umumnya perkantoran menyetok alat tulis serta logistik seperti bangku dan meja kantor. Tak jarang, perkantoran yang sudah maju biasanya mengandalkan aplikasi inventory barang. Aplikasi seperti ini dapat mengetahui jumlah ketersediaan barang hingga data rinci mengenai barang yang distok.

3. Toko Pakaian

Jenis aplikasi ini juga diperlukan untuk toko pakaian. Dalam hal ini inventory barang tidak hanya menyediakan informasi terkait pakaian yang masih berada di gudang, tetapi memberi tahu juga jenis pakaian apa saja yang paling laris dan pakaian yang kurang diminati pembeli.

Ini tentunya akan sangat membantu dalam mengevaluasi pakaian apa saja yang tidak perlu dibeli lagi dalam periode belanja berikutnya. Pakaian yang sudah diketahui tidak laku, tentunya tidak perlu distok lagi dan sebaiknya diganti dengan produk pakaian yang lebih diminati pembeli.

4. Swalayan

Pada dasarnya, manfaat aplikasi inventory bagi swalayan dan toko pakaian sama saja. Yaitu, mengatur stok barang yang akan dijual. Namun, mengingat swalayan lebih banyak menjual bahan baku makanan maka inventory dapat membantu menyediakan informasi terkait kadaluarsa setiap produk yang dijual. Jadi, stok barang lebih terorganisir dan pemilik swalayan bisa dengan mudah mengetahui produk mana saja yang harus segera dijual dan produk yang masih aman disimpan dalam jangka panjang.

5. Perpustakaan

Perpustakaan besar yang menyimpan ribuan buku perlu menggunakan aplikasi inventory. Apalagi, bagi perpustakaan yang memperbolehkan pengunjung meminjam buku. Dengan begitu, data terkait buku-buku yang tersedia serta buku yang sedang dipinjam dapat diketahui dengan mudah.

Tak hanya itu saja, penyusunan buku dalam perpustakaan juga menjadi lebih terorganisir dan mudah dilacak. Bayangkan saja jika perpustakaan tidak melakukan inventory barang. Setiap pengunjung yang ingin membaca atau meminjam buku pasti akan kesulitan menemukan buku yang diinginkan. Pegawainya pun pasti akan kesulitan yang sama.

Itulah 5 pihak yang wajib melakukan inventory barang. Namun, inventory juga tetap bisa dilakukan yang ingin menyetok barang dengan terorganisir. Dengan adanya aplikasi inventory barang siapa pun bisa melakukan pendataan mengenai barang yang distok dengan praktis hingga membantu pemilik barang menemukan barang dengan mudah.