Pesan Tersembunyi Di Balik Logo

Pesan Tersembunyi Di Balik Logo
Sebuah brand merupakan gambar sederhana yang bisa langsung membangkitkan esensi dari merek dan perusahaan tersebut secara sekilas. Kekuatan untuk menjadi lebih dikenal publik tanpa harus mendeskripsikan dengan kata-kata menjadi sangat berharga, terlebih di ranah fashion. Streetwear khususnya, dimana berbagai produk digunakan sebagai kanvas kosong para desainer untuk menunjukan kreativitas mereka dalam mengaplikasikan brand. Apabila dibuat dan diaplikasikan dengan benar logo akan meninggalkan kesan abadi. Tengok saja logo Supreme, The Hundreds, dan A Bathing Ape yang terus disukai hingga saat ini. Tidak! Kami tidak akan membahas ketiga brand tersebut, tetapi kami akan membawa kalian mengungkap arti dibalik brand 10 model streetwear muda yang namanya sedang naik daun. Berikut informasinya.

1. Palace Skateboards

Tahun berdiri: Brand ini didirikan tahun 2010 oleh Lev Tanju, tetapi pondasinya telah lebih dahulu di buat di pertengahan tahun 2000-an. Logonya menampilkan segitiga penrose dihiasi tulisan “Palace” yang dimiringkan di ketiga sisinya. Segitga ini terinspirasi dari karya seniman Swedia Oscar Reutersvärd pada tahun 1934, merupakan bentuk ilusi optik yang tidak berujung. Palace menyebut emblem ini sebagai “tri-ferg” Visi dari logo ini dibuat oleh Fergus Purcell salah seorang ilustrator dari Inggris, menurut Purcell Lev ingin semuanya berhubungan dengan segitiga, yang kemudian ia benar-benar lupa bahwa pernah berkata demikian.

2. Daily Paper

Tahun berdiri: Brand ini merupakan label menswearyang berbasis di Amsterdam dan menciptakan gelombang trend kontemporernya. Logonya menggambarkan perisai yang terinspirasi dari kebudayaan asli Afrika. Merupakan interpretasi fashionable dari perisai Maasai, sebuah perisai yang dikenal karena modelnya mengaburkan garis antara kerajinan ala utilitarian dan seni rupa. Menurut pendirinya Hussein Sulelman, “logo ini mewakili beberapa hal: pertama, melindungi segala sesuatu yang dicintai dengan segala cara, kedua, merepresentasikan warisan asli Afrika dan membawanya ke ranah modern.”

3. Alife

Tahun berdiri: Alife merupakan ide yang dikonsep oleh empat orang dengan tujuan membawa karya kreatif dan pengalaman berbelanja ritel. Empat pendirinya tahu betul betapa pentingnya sebuah brand, dan mereka memerlukan simbol ikonik untuk gerakannya ini. Logonya dibuat oleh Rob Jest, salah seorang pendiri yang memiliki latar belakang graffiti. Kreasi Jest ini dikenal karena ukuran yang besar dan mudah dibaca, dan elemen tersebut dibubuhkan dalam emblem Alife. Font Futura yang dicetak miring dengan empat titik diatasnya melambangkan empat pendirinya dan konsep yang dibawanya berupa retail, agency,dan galeri.

4. Gosha Rubchinskiy

Tahun berdiri: Logo model ini dikenal sebagai “Eternal Sun,” dengan grafis sederhana berupa setengah lingkaran dan garis panjang bewarna merah menyerupai matahari terbit. Terinspirasi dari kepekaan seorang seniman nonconformist Timur Novikov. Selain itu, brand ini juga merujuk pada scene musik punk di Rusia akhir 80-an.

5. Mishka

Tahun berdiri: Mishka, seperti banyak merek streetwear lain memulainya dengan membuat T-shirt. Didirikan oleh Mikhail Bortnik dan Greg Rivera, МИШКА telah berkembang menjadi merek gaya hidup dengan budaya niche sendiri. Logo bola mata khas Mishka dibuat oleh pegawai magang pertamanya, Mike Jones, yang meniti karir sebagai art directorselama beberapa tahun. Logo bola mata ini bernama “Keep Watch Eye,” menurutnya emblem ini cocok dengan pendekatan provokatif Mishka di dunia streetwear yang memiliki referensi budaya hip-hop, graffiti, dan punk.

6. Odd Future

Tahun berdiri: OFWGKTA, lebih dikenal dengan Odd Future merupakan kolektif hip-hop yang dibuat oleh Tyler, The Creator, Frank Ocean, Earl Sweatshirt, Hodgy Beats, dll. Dalam perkembangannya nama ini melebarkan sayap ke ranah trend dengan brand kartun donat berwarna pink. Tak disangkal, emblem ini dibuat karena kesukaan Tyler terhadap makanan satu ini. Grafis donat melambangkan semangat estetika muda dan keriangan didalamnya. Terlebih, Tyler sebagai pembuatnya telah menggambar logo ini di celananya ketika berumur 15 tahun sebagai ciri dirinya, emblem ini disebut “Oldie.”

7. Black Scale

Tahun berdiri: Black Scale telah menjadi merek streetwear yang diperhitungkan sejak kehadirannya sembilan tahun silam. Berasal dari California, logonya menggambarkan bulan sabit dengan panah menyilang dan helm ksatria di atasnya. Logo ini terinspirasi dari desain abad pertengahan, dengan unsur motif yang biasa muncul pada baju zirah ksatria. Sang pendiri Michael “Mega” Yabut mengungkapkan logo ini sebagai “penjaga model,” ksatria melambangkan pelindung, panah adalah senjata untuk melindungi, dan bulan adalah tamengnya.

eight. Staple Design

Tahun berdiri: Brand ini dimulai sebagai bisnis T-shirt oleh Jeff Ng di New York, dan logo burung pigeonbrand ini terinspirasi oleh kota ini dan hiruk-pikuknya. Ketika Jeff berpikir emblem apa yang cocok untuk mereknya, ia ingin membuat brand dengan ikon binatang yang bisa mewakili keseluruhan ide-idenya dan terkoneksi dengan emblem tersebut. Akhirnya, dia mendapati bahwa merpati adalah ikon yang tepat karena mewakili kota New York. Selain itu, merpati mencerminkan mentalitas jalanan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara apapun.

9. Undefeated

Tahun berdiri: Undefeated bukan merupakan nama baru dalam dunia streetwear dan sneaker. Brand asal California ini telah berkolaborasi dengan berbagai merek seperti A Bathing Ape hingga Adidas. Logo bernama “5Strikes” ini dibuat oleh Adam Lewi, maksud dari brand ini tentunya menjabarkan kata “Undefeated” yang berarti tak terkalahkan dengan bentuk sederhana dan mudah diingat. Hasilnya digambarkan dengan empat garis lurus dan satu garis miring yang berarti lima kemenangan berturut-turut. Lebih dari itu, sebagai tolak ukur dan menghitung bagaimana brand ini menaklukan lawan-lawannya. Logo ini merujuk juga pada kemenangan sekutu di Perang Dunia ke II.

10. Billionaire Boys Club

Tahun berdiri: Pharell Williams bekerja sama dengan Nigo mendirikan brand ini di tahun 2005. Brand ini terinspirasi oleh pemahaman bahwa pendidikan merupakan hal penting dalam hidup, pengetahuan adalah hal yang harus diperjuangkan sebagai umat manusia. Williams tidak ingin arti Billionaire Boys Club disalah pahami sebagai bentuk hedonisme, superioritas, atau hak istimewa. Nama tersebut dimaksudkan untuk mendorong setiap orang untuk mengejar impian mereka apapun caranya, hiraukan uang. Logo ini dirancang dengan visible seorang astronot bermaksud untuk menyampaikan pesan eksplorasi dan penemuan yang tidak ada habisnya.

Lalu bagaimana ketika logo Wadezig! diciptakan? Kamu bisa membacanya di sini.

Referensi